1 April 2009
Pro Rakyat kah “aku” ?
Posted by josir under Diskusi, pemilu | Tags: bbm, demokrat, gerindra, janji parpol, krisis global, megawati, partai, pdip, pdip perjuangan, pemilu 2009, prabowo, pro rakyat, rakyat miskin, sby |[5] Comments
“Yang penting bisa mendapatkan uang setoran untuk dibawa pulang”. Kalimat itu tiba-tiba saya dengar saat menaiki angkutan umum. Lalu saya tertarik untuk melihat yang berbicara, ternyata supir sedang berbicara dengan salah satu penumpang.. Saya tertarik untuk mendengarkan lagi pembicaraan tersebut. Sang sopir sangat antusias berbicara dengan suara agak meninggi sedang menggambarkan kondisi perekonomian saat ini khususnya dihadapi sang Sopir.
“Pemerintahan saat ini, saya hanya mendapatkan Rp. 25.000 setiap harinya untuk dibawa pulang. Uang segitu tidak cukup. Saya memiliki 4 orang anak.” Lanjut sang sopir dengan berapi-api. Si Ibu yang diajak bicara memperhatikan dengan seksama tanpa menanggapi sama sekali.
“Sewaktu pemerintahan sebelum SBY, saya bisa membawa pulang Rp. 50.000 sehari, tapi dengan pemerintahan sekarang, hanya Rp. 25.000,-.”. Lanjut sang Sopir Angkot. Baru kali ini saya mengalami minyak tanah bisa mencapai Rp. 12.000 per liter, dan akhirnya istri saya pernah tidak masak seharian karena minyak tanah mahal dan susah mendapatkannya.” Sang Sopir terus menjelaskan dengan semangat tanpa berhenti.
“Saya bicara seadanya aja Bu, tidak saya tambah-tambahin. Sekarang saya mendingan mencari pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat kecil.” Sang sopir terus bicara menuangkan kekesalannya terhadap pemerintahan SBY dan membandingkannya dengan pemerintahan sebelumnya.
Saat itu saya memikirkan bahwa permasalahan naiknya BBM benar menjadi penderitaan rakyat miskin. Rakyat kita mayoritas merupakan penduduk miskin yang mengalami dampak menyakitkan atas naiknya BBM beberapa waktu lalu. Ditambah saat ini adanya krisis global menambah keterpurukan rakyat Indonesia.
Kenaikan BBM beberapa waktu lalu dan krisis global dialami oleh dunia. Siapapun pemimpinya pasti mengalami ini dan mau tidak mau, pasti menaikkan BBM dan kondisi perekonomian terus turun. Di Negara Eropah pertumbuhan ekonominya sudah minus.
Terlalu banyak masalah saat ini dalam pemerintahan SBY. Lalu apakah karena kondisi tersebut yang disalahkan pemerintahan SBY?. Tapi itulah yang ada dalam pikiran kebanyakan rakyat kita yang sebagian besar rakyat miskin. Informasi kondisi perekonomian makro dan global saat ini tidak sampai kerakyat kalangan bawah, karena rakyat kalangan bawah hanya berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi. Jika mereka susah untuk mendapatkannya, mereka pasti menyalahan pemerintah tanpa melihat keseluruhan permasalahan yang ada dan juga tidak bisa menganalisa kondisi perekonomian makro dan global yang sedang terjadi.
Sekarang lagi musim kampanye, mungkin waktu yang tepat bagi parpol untuk mengemukakan visi, misi dan program yang pro rakyat untuk keluar dari keterpurukan saat ini. Seperti Partai Gerindra dan PDIP Perjuangan yang terang-terangan hendak memperjuangkan nasib rakyat miskin. Janji seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh rakyat miskin dan tentunya mungkin efektif bagi partai untuk mendapatkan suara.
Lihat saja Megawati berjanji menurunkan harga sembako, topic yang sangat bisa menarik simpati masyarakat Indonesia. Juga Prabowo yang jor-joran beriklan demi kepentingan rakyat miskin yang juga menyuarakan sembako dan petani Indonesia dan kembali kepada perekonomian yang pro rakyat bukan perekonomian kapitalis.
Kampanye partai demokrat mengemukakan kondisi-kondisi saat ini yang merupakan prestasi mereka selama ini seperti kenaikan cadangan devisa. Pertumbuhan Ekonomi sampai 5%-6%. Pemberantasan Korupsi, turunnya BBM (yang tidak terlalu diikuti produk turunannya) dan prestasi lainnya. Mungkin tidak mengena kepada rakyat bawah karena yang terpenting bagi rakyat bawah adalah mudah mendapatkan sesuap nasi
Ah…tapi semuanya, apakah hanya tingal janji? Apakah mereka bisa benar-benar keluar dari sistim perekonomian kapitalis dan memperjuangkan rakyat miskin untuk mendapatkan sembako yang murah seperti yang mereka impikan? Dapatkah mereka berjuang untuk itu? Dengan alat apakah mereka bisa melakukannya?. Jika kita apatis terhadap mereka, berarti kita tidak memberkan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka yang baik. Namun jika kita memberikan kesempatan dan seandainya mereka menang Pemilu, bagaimanakah cara kita untuk menagih janji-janji mereka ? Cukup kuatkah kita untuk menagihnya?. Semuanya kembali kepada kita. Semoga kita benar-benar ditunut Yang Maha Kuasa untuk memilih Caleg dan Pemimpin yang benar-benar pro rakyat bawah. (JOsir)


